Manfaat dan Akibat Sering Mengeluarkan Sperma

Manfaat dan Akibat Sering Mengeluarkan Sperma – Bagi sebagian pria, ejakulasi identik dengan mengalami orgasme, meskipun dari beberapa pria bisa mengalami orgasme tanpa ejakulasi. Ejakulasi berisi cairan dari prostat, vesikula seminalis, dan kelenjar bulbouretral.

Dari beberapa penelitian menunjukkan, frekuensi ejakulasi pria atau aktivitas mengeluarkan sperma dapat memengaruhi kesehatan, jumlah sperma, dan kesejahteraannya secara keseluruhan. Meskipun tidak ada bukti yang mengatakan bahwa tidak ejakulasi menyebabkan masalah kesehatan yang serius, ejakulasi yang sering dikaitkan dengan dampak pada kesehatan.

Manfaat dan Akibat Sering Mengeluarkan Sperma :

1. Membantu Mengurangi Stres dan Kecemasan

Salah satu yang paling signifikan adalah Faktor Pertumbuhan Saraf atau Nerve Growth Factor (NGF), yang memiliki efek antidepresan dan peningkatan kognitif yang kuat. Ini juga termasuk peningkat mood seperti :

Serotonin
Oksitosin
Prolaktin
Endorfin
Progesteron
TRH

2. Dapat Mengurangi Peradangan

Didalam Air mani juga mengandung antiradang atau imunosupresan agar tidak menyerang saat masuk ke dalam tubuh wanita. Faktor Pertumbuhan Saraf (NGR), oksitosin, progesteron, testosteron, dan kortisol, dan prostaglandin tertentu bersifat anti-inflamasi. TGF-beta dalam air mani membantu menciptakan toleransi terhadap protein. Oleh sebab itu, protein dan hormon dalam air mani dapat menurunkan peradangan.

Baca Juga : Manfaat Dari Safftron Bagi Kesehatan Tubuh

3. Mengandung Banyak Hormon Sehat

Air mani memiliki banyak hormon baik yang sering kali rendah bagi manusia, diantaranya:

Oksitosin – memiliki sifat-sifat anti-kecemasan dan membantu penyembuhan luka
Progesteron – memiliki sifat-sifat anti-kecemasan
Pregnenolone
Melatonin
Hormon perangsang folikel (FSH)
Hormon pelutein (LH)
Testosteron – wanita dapat memiliki testosteron yang terlalu rendah atau terlalu tinggi

4. Hormon Testoteron Yang Meningkat

Bagi sebagian pria, hormon testosteron mereka akan mengalami peningkatan hingga 40 persen, dan menurut sebuah studi pada tahun 2003. Meningkatnya hormon testosteron, ternyata membawa perasaan yang lebih kepada mereka yang akan berhenti melakukan masturbasi. Namun, menurut penelitian peningkatan tersebut hanya berlangsung sesaat yaitu selama satu minggu. Setelah itu, semua perasaan baik itu akan kembali normal pada hari kedelapan tanpa adanya penjelasan yang jelas.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *